Booming Harga Jenitri Tahun 2015

Jean-Claude Van Damme dan Gelang Kesehatan Biji Jenitri
Jean-Claude Van Damme
Permintaan biji jenitri / Ceylon olive (Elaeocarpus serratus) masih sangat tinggi, walau negara Nepal sebagai konsumen yang terbilang besar sempat dilanda gempa bumi tahun 2015 ini. Hal ini dikarenakan adanya pamain baru pangsa pasar biji jenitri yaitu negara Tiongkok.

Biji jenitri atau rudraksha selain diekspor ke negara Nepal, juga untuk memenuhi pasar India dan Myanmar. Tahun 2013 harga biji jenitri yang berasal dari jenis lokal hanya di bawah Rp.1000 (seribu rupiah) perbutirnya. Tahun 2014 dan 2015 terjadi booming harga biji jenitri lokal, harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah perbutir. Woww !!!

Saya sempat mengantar para pembeli dari Tiongkok ke sentra penghasil jenitri di Kabupaten Kebumen, yaitu di Kecamatan Sruweng, Alian, Karangsambung dan Pejagoan. Sejak awal tahun 2015 para petani, penjual dan pengepul jenitri mengalami euforia karena peningkatan harga jenitri yang sangat spektakuler, dari harga ratusan rupiah menjadi puluhan ribu rupiah perbutir biji jenitri.

Selama dua tahun terakhir menurut perkiraan, omset perdagangan jenitri di Kebumen mencapai puluhan bahkan ratusan milyard rupiah. Peminat biji jenitri dua tahun terakhir didominasi oleh pembeli dari negara Tiongkok, yg dulunya dikenal sebagai negara China. Mereka menjadikan jenitri sebagai barang perhiasan berupa kalung dan gelang yang bisa dipadukan dengan emas, mutiara atau batu mulia. Sebagian orang juga mempercayai manfaat kalung jenitri yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Di tahun 2015 banyak cerita menarik seputar perdagangan biji jenitri di seputaran kabupaten Kebumen, diantaranya:

- Sebelum jenitri mengalami harga tertinggi tahun 2015 ini, ada seorang pengepul di kecamatan Sruweng membeli jenitri jenis medana seharga Rp.4000 (empat ribu rupiah) perbutir. Dia membeli biji jenitri sebanyak dua karung yang berisi puluhan ribu butir biji jenitri jenis medana. Pengepul ini berhasil menjualnya saat biji jenitri dihargai dengan nominal kisaran Rp.80.000 (delapan puluh ribu rupiah) sebutir, ia pun meraup untung yang mencapai beberapa milyard rupiah. Luar biasa !!!

- Ada sebuah pohon jenitri di dusun Kalipuru desa Pujotirto kecamatan Karangsambung, saat sebelum harga jenitri mengalami booming, hanya menghasilkan uang ratusan ribu rupiah satu kali panen. Pada tahun 2015 ini bisa menghasilkan uang mencapai Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) sekali panen !!!

- Tahun 2013 harga biji jenitri jenis lokal hanya ratusan rupiah perbutir, harga tahun 2015 bisa mencapai belasan ribu rupiah sebutir !!!

- Hampir 100% alias hampir semua pembeli jenitri yang berasal dari Tiongkok hanya menguasai bahasa ibu mereka, sehingga perlu jasa penterjemah bahasa Mandarin. Gaji translator bahasa Mandarin ini di Kebumen bisa mencapai Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) sehari. Jam kerja antara jam 08:00 pagi hingga jam 17:00 sore.

- Ada jenitri langka yg bergaris (mukhi) 21 dihargai dengan uang Rp.92.000.000 (sembilan puluh dua juta rupiah) sebutir !!!

- Konon pada suatu hari senin antara bulan April hingga Juni 2015, salah satu bank swasta besar di Kebumen kehabisan uang cash !!! Bank tersebut adalah tempat orang Tiongkok biasa mengambil uang transferan untuk pembelian jenitri. Berapa milyard uang yang diambil oleh orang-orang Tiongkok hari itu ya? Sampai-sampai sebuah bank swasta besar kehabisan uang kas?

- Harga kalung jenitri jenis medana saat ini bisa mencapai Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) perkalung yang berisi 108 butir biji jenitri.

- Ibu-ibu pemilah biji jenitri berdasarkan garis (mukhi) mendapatkan uang jasa Rp.50 (lima puluh rupiah) sebutir, sehari mereka bisa membawa pulang uang hingga Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah)

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung) GRATIS ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia. Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.
(ONGKOS KIRIM GRATIS)

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 4 kalung, Parlindungan, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 8000 B Medan, Kodepos 20215 Sumatera Utara. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )