Sejarah Pohon Jenitri

Pohon Jenitri
Pohon Jenitri
Buah jenitri berbentuk bulat menyerupai kelereng, bisa berukuran mulai 5 mili meter hingga di atas 2 centi meter. Buah jenitri yang masih muda warnanya hijau, yang matang dan siap dipanen berwarna biru. Yang banyak dimanfaatkan orang adalah biji jenitri yang ada di bawah kulit buahnya. Kebanyakan biji jenitri berwarna krem hingga coklat tua. Biji jenitri mempunyai ukiran yang sangat indah, mirip kerut-kerut pada kulit buah pare.

Konon pohon jenitri sudah ada di Indonesia sejak jaman kerajaan Hindu dan Budha. Jenitri disertakan saat pembakaran mayat kaum Hindu yang disebut ngaben. Biji jenitri yang keras akan menjadi bara api yang bagus saat dibakar. Pusat kerajaan Hindu di pulau Jawa ada di sekitar Kediri, Jawa Timur. Hingga sekarang di kabupaten Kediri dan sekitarnya masih banyak ditemukan pohon jenitri.

Seiring perkembangan waktu, sekarang biji jenitri banyak dimanfaatkan untuk membuat gelang dan kalung kesehatan, perhiasan, tasbeh atau tasbih, rosario dan japa mala. Sebagai sarana kesehatan, jenitri dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit. Pohon jenitri juga bermanfaat sebagai penyerap polusi udara yang baik, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

Pohon Jenitri dalam bahasa Latin disebut Elaeocarpus serratus termasuk tumbuhan tropis Asia yang tumbuh menyebar di Asia Selatan mulai dari India, Nepal, Srilanka, Myanmar, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Di Indonesia tersebar di Papua, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tanaman jenitri akan tumbuh baik di daerah yang berketinggian 350 meter sampai dengan  1200 meter DPL (Di atas Permukaan Laut).

Buah jenitri dalam bahasa Inggris disebut Utrasum Bead, di Srilanka dikenal dengan nama Ceylon Olive atau Wild Olive - suku Sinhala menamakannya Veralu sedangkan orang Tamil mengenalnya dengan nama Karai atau Ulankarai. Orang India dan Nepal menyebutnya Rudraksha.


biji jenitri
Biji Jenitri
Sekitar pertengahan tahun 1800an ada orang India yang tinggal di Kauman, Kebumen. Daerah itu berada di sebelah barat alun-alun kota Kebumen. Orang India yang bernama Mukti memberikan pohon jenitri kepada salah seorang santri yang mengaji di masjid daerah Kauman tersebut. Mukti mengajarkan cara menanam pohon jenitri, memanen hingga mengolah buah jenitri untuk dimanfaatkan bijinya.

Pohon jenitri ini kemudian ditanam di desa Penusupan kecamatan Sruweng kabupaten Kebumen, yang hingga sekarang terkenal sebagai daerah penghasil jenitri di Kebumen. Kemudian Mukti membeli biji jenitri hasil olahan dengan harga yang tinggi. Hal ini membuat warga desa Penusupan beramai-ramai menanam pohon jenitri.


Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung) GRATIS ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia. Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.
(ONGKOS KIRIM GRATIS)

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 3 kalung, Tiwi Haryanti, Jln.Teuku Umar no. 700 C, Pamusian, Tarakan 77121 Kalimantan Timur. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700