Tampilkan postingan dengan label gelang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gelang. Tampilkan semua postingan

Booming Harga Jenitri Tahun 2015

Jean-Claude Van Damme dan Gelang Kesehatan Biji Jenitri
Jean-Claude Van Damme
Permintaan biji jenitri / Ceylon olive (Elaeocarpus serratus) masih sangat tinggi, walau negara Nepal sebagai konsumen yang terbilang besar sempat dilanda gempa bumi tahun 2015 ini. Hal ini dikarenakan adanya pamain baru pangsa pasar biji jenitri yaitu negara Tiongkok.

Biji jenitri atau rudraksha selain diekspor ke negara Nepal, juga untuk memenuhi pasar India dan Myanmar. Tahun 2013 harga biji jenitri yang berasal dari jenis lokal hanya di bawah Rp.1000 (seribu rupiah) perbutirnya. Tahun 2014 dan 2015 terjadi booming harga biji jenitri lokal, harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah perbutir. Woww !!!

Saya sempat mengantar para pembeli dari Tiongkok ke sentra penghasil jenitri di Kabupaten Kebumen, yaitu di Kecamatan Sruweng, Alian, Karangsambung dan Pejagoan. Sejak awal tahun 2015 para petani, penjual dan pengepul jenitri mengalami euforia karena peningkatan harga jenitri yang sangat spektakuler, dari harga ratusan rupiah menjadi puluhan ribu rupiah perbutir biji jenitri.

Selama dua tahun terakhir menurut perkiraan, omset perdagangan jenitri di Kebumen mencapai puluhan bahkan ratusan milyard rupiah. Peminat biji jenitri dua tahun terakhir didominasi oleh pembeli dari negara Tiongkok, yg dulunya dikenal sebagai negara China. Mereka menjadikan jenitri sebagai barang perhiasan berupa kalung dan gelang yang bisa dipadukan dengan emas, mutiara atau batu mulia. Sebagian orang juga mempercayai manfaat kalung jenitri yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Di tahun 2015 banyak cerita menarik seputar perdagangan biji jenitri di seputaran kabupaten Kebumen, diantaranya:

- Sebelum jenitri mengalami harga tertinggi tahun 2015 ini, ada seorang pengepul di kecamatan Sruweng membeli jenitri jenis medana seharga Rp.4000 (empat ribu rupiah) perbutir. Dia membeli biji jenitri sebanyak dua karung yang berisi puluhan ribu butir biji jenitri jenis medana. Pengepul ini berhasil menjualnya saat biji jenitri dihargai dengan nominal kisaran Rp.80.000 (delapan puluh ribu rupiah) sebutir, ia pun meraup untung yang mencapai beberapa milyard rupiah. Luar biasa !!!

- Ada sebuah pohon jenitri di dusun Kalipuru desa Pujotirto kecamatan Karangsambung, saat sebelum harga jenitri mengalami booming, hanya menghasilkan uang ratusan ribu rupiah satu kali panen. Pada tahun 2015 ini bisa menghasilkan uang mencapai Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) sekali panen !!!

- Tahun 2013 harga biji jenitri jenis lokal hanya ratusan rupiah perbutir, harga tahun 2015 bisa mencapai belasan ribu rupiah sebutir !!!

- Hampir 100% alias hampir semua pembeli jenitri yang berasal dari Tiongkok hanya menguasai bahasa ibu mereka, sehingga perlu jasa penterjemah bahasa Mandarin. Gaji translator bahasa Mandarin ini di Kebumen bisa mencapai Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) sehari. Jam kerja antara jam 08:00 pagi hingga jam 17:00 sore.

- Ada jenitri langka yg bergaris (mukhi) 21 dihargai dengan uang Rp.92.000.000 (sembilan puluh dua juta rupiah) sebutir !!!

- Konon pada suatu hari senin antara bulan April hingga Juni 2015, salah satu bank swasta besar di Kebumen kehabisan uang cash !!! Bank tersebut adalah tempat orang Tiongkok biasa mengambil uang transferan untuk pembelian jenitri. Berapa milyard uang yang diambil oleh orang-orang Tiongkok hari itu ya? Sampai-sampai sebuah bank swasta besar kehabisan uang kas?

- Harga kalung jenitri jenis medana saat ini bisa mencapai Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) perkalung yang berisi 108 butir biji jenitri.

- Ibu-ibu pemilah biji jenitri berdasarkan garis (mukhi) mendapatkan uang jasa Rp.50 (lima puluh rupiah) sebutir, sehari mereka bisa membawa pulang uang hingga Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah)

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 4 kalung, Parlindungan, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 8000 B Medan, Kodepos 20215 Sumatera Utara. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Sejarah Pohon Jenitri

Pohon Jenitri
Pohon Jenitri
Buah jenitri berbentuk bulat menyerupai kelereng, bisa berukuran mulai 5 mili meter hingga di atas 2 centi meter. Buah jenitri yang masih muda warnanya hijau, yang matang dan siap dipanen berwarna biru. Yang banyak dimanfaatkan orang adalah biji jenitri yang ada di bawah kulit buahnya. Kebanyakan biji jenitri berwarna krem hingga coklat tua. Biji jenitri mempunyai ukiran yang sangat indah, mirip kerut-kerut pada kulit buah pare.

Konon pohon jenitri sudah ada di Indonesia sejak jaman kerajaan Hindu dan Budha. Jenitri disertakan saat pembakaran mayat kaum Hindu yang disebut ngaben. Biji jenitri yang keras akan menjadi bara api yang bagus saat dibakar. Pusat kerajaan Hindu di pulau Jawa ada di sekitar Kediri, Jawa Timur. Hingga sekarang di kabupaten Kediri dan sekitarnya masih banyak ditemukan pohon jenitri.

Seiring perkembangan waktu, sekarang biji jenitri banyak dimanfaatkan untuk membuat gelang dan kalung kesehatan, perhiasan, tasbeh atau tasbih, rosario dan japa mala. Sebagai sarana kesehatan, jenitri dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit. Pohon jenitri juga bermanfaat sebagai penyerap polusi udara yang baik, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

Pohon Jenitri dalam bahasa Latin disebut Elaeocarpus serratus termasuk tumbuhan tropis Asia yang tumbuh menyebar di Asia Selatan mulai dari India, Nepal, Srilanka, Myanmar, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Di Indonesia tersebar di Papua, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tanaman jenitri akan tumbuh baik di daerah yang berketinggian 350 meter sampai dengan  1200 meter DPL (Di atas Permukaan Laut).

Buah jenitri dalam bahasa Inggris disebut Utrasum Bead, di Srilanka dikenal dengan nama Ceylon Olive atau Wild Olive - suku Sinhala menamakannya Veralu sedangkan orang Tamil mengenalnya dengan nama Karai atau Ulankarai. Orang India dan Nepal menyebutnya Rudraksha.


biji jenitri
Biji Jenitri
Sekitar pertengahan tahun 1800an ada orang India yang tinggal di Kauman, Kebumen. Daerah itu berada di sebelah barat alun-alun kota Kebumen. Orang India yang bernama Mukti memberikan pohon jenitri kepada salah seorang santri yang mengaji di masjid daerah Kauman tersebut. Mukti mengajarkan cara menanam pohon jenitri, memanen hingga mengolah buah jenitri untuk dimanfaatkan bijinya.

Pohon jenitri ini kemudian ditanam di desa Penusupan kecamatan Sruweng kabupaten Kebumen, yang hingga sekarang terkenal sebagai daerah penghasil jenitri di Kebumen. Kemudian Mukti membeli biji jenitri hasil olahan dengan harga yang tinggi. Hal ini membuat warga desa Penusupan beramai-ramai menanam pohon jenitri.

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 4 kalung, Sulaksana, Jalan Gunung Agung No. 1025 B Denpasar Kode Pos 80223 Bali. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Jual Beli Gelang Dan Kalung Jenitri

Berdasar penelitian oleh Dr Suhas Roy dari Universitas Benaras di India dan dari pengalaman pemakai jenitri serta testimoni para pembeli gelang dan kalung jenitri di blog ini, jenitri berkhasiat untuk:

- menormalkan tekanan darah
- mengatasi gangguan jantung
- ketenangan pikiran
- mengatasi rasa cepat lelah
- mengobati sering pusing kepala
- meningkatkan konsentrasi
- menyembuhkan ambeien / wasir berdarah
- menghilangkan kesemutan / gringgingen
- mengurangi / meluruhkan lemak tubuh
- dan lain-lain

Disamping itu, kalung dan gelang jenitri juga berfungsi memperindah serta mempercantik penampilan saat digunakan sebagai asesoris fashion.

Harga gelang jenitri dan harga kalung jenitri di blog ini relatif lebih murah. Silakan bandingkan dengan penjual lainnya. Kami menjual jenitri asli bukan imitasi.

gelang kesehatan biji jenitri atau rudraksha


Harga Rp.100.000 (1 paket isi 4 gelang) 

Tiap pembelian 1 paket gelang jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 1 kalung jenitri atau 1 tasbih berisi 99 butir jenitri. Silakan dipilih.

Berapa harga gelang jenitri di luar negeri? Harganya perbuah adalah 16 dollar Amerika atau sekitar Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual pergelang dengan harga Rp.25.000 (dua puluh lima ribu rupiah), pembelian minimal 1 paket berisi 4 gelang. Kenapa saya bisa menjual gelang jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil biji jenitri paling banyak di Indonesia.

  Gelang Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha

Cara membeli: SMSkan (1) gelang jenitri, (2) jumlah paket yang akan Anda beli, (3) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: gelang jenitri 1 paket, Tanto Rudiyat, Brigjen Katamso No. 3895 C Yogyakarta.

Kirim SMS Anda ke nomer HP: 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )



Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha
Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.
Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.

Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 2 kalung jenitri, Tini R, Jl Slamet Riyadi No. 437 G Surakarta, Jawa Tengah.

Kirim ke nomer HP: 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Kalung Kesehatan Biji Jenitri

Sugar Shane Mosley memakai kalung jenitri
Sugar Shane Mosley
Sejarah Pohon Jenitri Sampai Ke Indonesia

Sekitar pertengahan tahun 1800 ada seorang India yang tinggal di kampung Kauman, Kebumen. Dia menitipkan pohon jenitri kepada seseorang santri yang mengaji di masjid daerah Kauman tersebut. Orang India itu lalu memberikan bimbingan dari mulai menanam pohonnya hingga panen buah jenitri. Orang India yang namanya diganti Mukti itu juga menampung buah jenitri untuk dibawa ke negaranya. Dia menghargai satu butir jenitri begitu tinggi. Hingga kemudian yang menanam pohon jenitri itu bertambah banyak dan lahannya makin luas. Masyarakat Desa Penusupan pun kemudian beramai-ramai menanam pohon jenitri.

Cara menanam pohon jenitri juga perlu diperhatikan. Terlebih dahulu membuat lubang selebar 30 cm, dengan kedalaman sekitar 30 cm. Lubang tersebut diberi pupuk kandang dan dibiarkan terlebih dahulu selama kurang lebih 10 hari. Selanjutnya ditanam dan diberi pupuk untuk kali pertama. Pohon jenitri juga bisa ditanam di pot.

Apa itu Jenitri ?

Rudraksha, sebutan jenitri di India adalah tanaman setinggi 5-30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon jenitri.

Mata Siwa

Di Indonesia, biji rudraksha populer dengan nama ganitri, genitri, atau jenitri. Indonesia merupakan pengekspor dan produksen terbesar di dunia. Pohon jenitri atau bahasa latinnya Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor. Indonesia memasok 70% kebutuhan jenitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji, sementara penghasil paling banyak biji jenitri di Indonesia adalah kabupaten Kebumen. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara paling banyak menggunakan jenitri atau rudaksa hanya memproduksi 5%.

Menurut Ir. Komari, peneliti dari Pusat Penelitian Institut Teknologi Bandung, biji-biji jenitri keras dan awet, bisa digunakan untuk 8 generasi. Kecuali ukuran, setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhi berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga lebih dari 30 mukhis yang memiliki perbedaan arti.

Tingkatan Biji Jenitri


Mukis yaitu jumlah serat jenidri / garis lekukannya. Mukhis rata-rata dibawah 8. Mukhis istimewa 8-30an makin tinggi makin langka. Harga tertinggi yaitu jenitri yang memiliki 21 muki. 

Biji jenitri juga berfungsi menghilangkan stres ?

Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari Benaras Hindu University. Penelitiannya mengungkap “utrasum bead“ -sebutan jenitri di Amerika- biji jenitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Disamping itu bisa dibuat gelang jenitri. Ia mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh. Efek itu diperoleh lantaran biji sima-sebutan jenitri di Sulawesi Selatan-memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik. Karena itu biji jenitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.

Sebetulnya, komposisi kimia jenitri tak beda jauh dengan buah lainnya. Antara lain 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, dan 30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tanaman anggota famili Elaeocarpaceae itu adalah aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.

Panasea

Pembeda jenitri dan buah lain terungkap melalui riset Institut Teknologi India. Jenitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, jenitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin.

Karena itulah jenitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental. Jenitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati. Waw

Cara Pakai :

Berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan. Caranya? Biji jenitri direndam semalam lalu diminum saat perut kosong.

Itu terbukti efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengenakan kalung jenitri di leher. Khasiat lain, jenitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan.

Begitulah riset sahih Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University, India. Ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah jenitri kering. Larutan jenitri hasil perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai.

Di luar itu, jenitri menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus terinjeksi.

Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan, membuktikan jenitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap baik.

Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam jenitri melindungi paru-paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak jenitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella flexnerii, dan Shigela sonneii. Waw mantep gan !!!

Menurut A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University, India, alkaloid yang terkandung dalam jenitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Pengisap polutan

Hanya itu manfaat biji jenitri ?

Ada lagi peran lain yang dimainkan oleh genitri sebagaimana hasil riset Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung: jenitri sebagai penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan.

Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0% biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi jenitri tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida 0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm).

Bandingkan dengan kotak kaca tanpa jenitri yang pencemarannya lebih tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ? 0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Kesimpulannya genitri berperan menurunkan tingkat pencemaran. Itu sebabnya, 'Jenitri digunakan sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang,' kata Eka Budianta, budayawan.

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 2 kalung jenitri, Dede H, Jl. Anggrek No 506 B Cangkuang Barat 40239 Bandung, Jawa Barat. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )