Tampilkan postingan dengan label rudraksha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rudraksha. Tampilkan semua postingan

Manfaat Biji Jenitri atau Rudraksha untuk Kesehatan

kalung kesehatan dari biji jenitri atau rudraksha
Iceberg (artis)
Memakai kalung yang berbahan biji jenitri atau disebut juga dengan janitri, jinitri, genitri, ganitri, rudraksha, rudraksa, rudhraksa, jenistri, jinistri, gemitri, jemitri ataupun jemintri, dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan / stress, mengatasi ketakutan, menormalkan tekanan darah dan mengatasi berbagai keluhan kesehatan.  Banyak pemakai kalung ataupun gelang dari biji jenitri atau rudraksha mendapatkan ketenangan pikiran. Jenitri secara fisika mempunyai sifat elektro magnetik, ada sebagian orang yang menyebut sebagai bio electric yang dapat melancarkan aliran darah dan memberi ketenangan pikiran pada pemakainya. Dari penelitian didapat hasil, ada perubahan aura seseorang yang memakai kalung kesehatan jenitri (mala) dalam waktu tertentu. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pemakaian kalung jenitri atau kalung rudraksha, sebaiknya kalung jenitri dipakai minimal selama 40 hari.

Biji jenitri yang direndam semalam dalam wadah, sebaiknya yang terbuat dari tanah liat, kemudian diminum pagi harinya saat perut kosong atau belum kemasukan makanan; dapat menormalkan tekanan darah dan mencegah gangguan penyakit jantung.

Bukti Ilmiah Khasiat Memakai Kalung Jenitri atau Rudraksha

Makalah penelitian dari Universitas Benaras di India : Ketika biji jenitri secara ritmis digerakkan bergesekan dengan jari, seperti saat berdzikir dengan tasbih (wiridan). Ada sinyal amplitudo yang terjadi pada proses itu yang mengarah ke jaringan saraf. Sinyal amplitudo ditangkap oleh saraf reseptor, lalu mencapai otak. Tanggapan dari otak lalu termodulasi menimbulkan efek psiko-fisiologis. Sinyal ini diteruskan ke daerah dada yang kemudian menimbulkan sinyal listrik di jantung, efeknya menormalkan fungsi jantung. Selain itu sinyal listrik yg ditimbulkan dari jantung memicu pelepasan hormon yang menghasilkan enzim yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Perbedaan mukhi atau garis pada biji jenitri menghasilkan output frekuensi yang berbeda. Disarankan untuk mencoba rudraksha atau jenitri dari bermacam mukhi untuk menghasilkan bio efek yang berbeda. Frekuensi 0 sampai dengan 5 hz akan mempengaruhi saraf simpatik, 5 - 10 hz akan bermanfaat pada jaringan otot, 10 - 15 hz berpengaruh pada saraf motorik, 90 - 110 hz berhubungan dengan saraf sensorik, 110 - 150 hz mempengaruhi saraf parasimpatik. 

Ketika seseorang dalam keadaan tertekan / stress, berbagai bahan kimia bergerak menuju ke otak. Biji rudraksha yang mengandung medan magnet akan mengirimkan sinyal listrik ke sumsum tulang belakang sebagai salah satu pusat saraf, efeknya menghasilkan penenang pada aktifitas otak yang pada akhirnya meminimalkan aliran darah dari jantung menuju ke otak. Penurunan aliran darah menuju ke otak mengakibatkan penurunan aktifitas neuron yang berpengaruh baik pada ketersediaan oksigen dalam darah.

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 6 kalung, Tiwi Haryanti, Jln.Teuku Umar no. 700 C, Pamusian, Tarakan 77121 Kalimantan Timur. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Tanya Jawab Seputar Jenitri Rudraksha

Farhan Zainal Muttaqin vokalis band Wali
Farhan Vokalis Band Wali
Frequently Asked Question (FAQ) atau pertanyaan yang sering disampaikan oleh pengunjung yang belum tahu tentang buah jenitri.

Apakah jenitri itu?


Jenitri atau rudraksha dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Elaeocarpaceae ganitrus. Buahnya berwarna hijau saat masih muda, berwarna biru saat sudah tua. Biji jenitri banyak dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan, sebagai aksesoris perhiasan dan digunakan dalam kegiatan ritual agama. Biji jenitri biasa dijadikan sebagai tasbih untuk orang Islam, dibuat rosario bagi kaum Katolik, dan digunakan sebagai japamala untuk sarana meditasi bagi yang beragama Hindu dan Budha. Kayu jenitri dapat dijadikan sebagai bahan bangunan yang mempunyai nilai ekonomi  tinggi.


Apakah tumbuhan jenitri berasal dari Indonesia?

Berdasar cerita turun-temurun, tanaman jenitri berasal dari India. Pada pertengahan tahun 1800an di daerah Kauman Kebumen tinggal seorang India yang bernama Mukti. Ia memberikan bibit jenitri pada seorang santri yang sedang belajar di sebuah pesantren di Kauman. Si santri yang berasal dari desa Penusupan kecamatan Sruweng kabupaten Kebumen, membawa pulang bibit jenitri dan menanam di daerahnya. Sampai sekarang masih terdapat ribuan pohon jenitri di daerah tersebut.

Berapa harga jenitri?


Harga jenitri perbutir mulai dari Rp.20 hingga puluhan juta rupiah. Jenetri yang mempunyai mukhi (garis atau alur) berjumlah 21 dengan bentuk simetris dan berukuran diameter di atas 25 milimeter, bisa berharga puluhan juta hingga ratusan juta rupiah sebutir.

Benarkah kalung jenitri bermanfaat untuk kesehatan?

Secara empiris, berdasar testimoni dari para pemakai gelang dan kalung jenitri. Sudah banyak penyakit yang dapat disembuhkan setelah mengenakan kalung dan gelang jenitri. Antara lain: pusing kepala, pendarahan karena ambeien atau wasir, kesemutan (dalam bahasa Jawa disebut gringgingen), gangguan jantung dan paru, melancarkan peredaran darah, flu, masuk angin, relaksasi (menjadikan diri lebih rileks), dan lain-lain. Penggunaan jenitri juga dilaporkan dapat meluruhkan lemak tubuh, mengatasi kecapaian atau cepat merasa lelah / capek.

Banyak selebritis Indonesia dan dunia yang sudah mengenakan kalung atau gelang jenitri. Artis Indonesia yang sudah memakai gelang / kalung jenitri, antara lain: Butet Kertaredjasa pemeran serial Sentilan Sentilun di salah satu tv swasta Indonesia, Sandiaga Uno calon wakil presiden RI, Farhan vokalis Wali Band. Artis Ardina Rasti selain memakai gelang jenitri juga menjual aksesoris berbahan jenitri dengan harga dapat mencapai ratusan ribu rupiah peritem.

Selebritis mancanegara yang pernah terlihat mengenakan kalung / gelang jenitri, antara lain : bintang film Julia Roberts, Claude Van Damme, Cindy Crawford, penyanyi Lenny Kravitz, juara dunia tinju Sugar Shane Mosley, dan lain-lain.


Bagaimana cara membedakan jenitri palsu dan yang asli?

Untuk membedakan jenitri asli atau palsu, bisa dengan cara membakarnya. Jenitri asli akan membara seperti arang saat dibakar. Jenitri palsu kebanyakan terbuat dari plastik, akan meleleh kalau dibakar. Cara lain yaitu merendam jenitri dalam air, jenitri asli akan berubah warna menjadi lebih gelap ketika direndam. Jenitri palsu tidak berubah warna saat direndam dalam air.



Manfaat Kalung Jenitri untuk Kesehatan

Cindy Crawford memakai kalung jenitri
Cindy Crawford
Buah Jenitri atau Ganitri atau Rudraksa ( India ) yang dalam bahasa latinnya di sebut Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor. Indonesia memasok 70% kebutuhan ganitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara paling banyak menggunakan rudaksa hanya memproduksi 5%.

Di Indonesia, biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri, genitri, atau jenitri. ‘Indonesia paling banyak produksinya di dunia,’ kata Yana Sumarna, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Mata Siwa 

Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya, orang Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi. Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa.

Manfaat jenitri bukan sekadar alat ‘hitung’ dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani. Biji ganitri juga berfungsi menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari Benaras Hindu University. Penelitiannya mengungkap utrasum bead-sebutan ganitri di Amerika-biji ganitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Ia mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh. Saat ini orang mulai mengenal manfaat kalung kesehatan dari biji jenitri.

Efek itu diperoleh lantaran biji sima-sebutan ganitri di Sulawesi Selatan-memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik. Karena itu biji ganitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.


Sebetulnya, komposisi kimia ganitri tak beda jauh dengan buah lainnya. Antara lain 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, dan 30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tanaman anggota famili Elaeocarpaceae itu adalah aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.


Jenitri Bermanfaat Sebagai Obat

Pembeda ganitri dan buah lain terungkap melalui riset Institut Teknologi India. Ganitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, ganitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Gara-gara itulah ganitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental.

Ganitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati. Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan. Caranya? Biji ganitri direndam semalam lalu diminum saat perut kosong. Itu terbukti efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengalungkan ganitri di leher. Khasiat lain, ganitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan.

Begitulah riset sahih Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University, India. Ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah ganitri kering. Larutan ganitri hasil perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai. Di luar itu, ganitri menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus terinjeksi.

Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan, membuktikan ganitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap baik.

Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam ganitri melindungi paru-paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak ganitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella flexnerii, dan Shigela sonneii.

Menurut A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University, India, alkaloid yang terkandung dalam ganitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Jenitri Penghisap Polutan

Cuma itu faedah genitri? Ada lagi peran lain yang dimainkan oleh genitri sebagaimana hasil riset Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung: ganitri sebagai penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan.

Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0% biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi ganitri tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida 0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm).

Bandingkan dengan kotak kaca tanpa ganitri yang pencemarannya lebih tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ? 0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Kesimpulannya genitri berperan menurunkan tingkat pencemaran. Itu sebabnya, ‘Ganitri digunakan sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang,’ kata Eka Budianta, budayawan. (Vina Fitriani/Peliput: Andretha Helmina).

Perkebunan Jenitri di Kabupaten Kebumen

Untuk apa biji ganitri itu? Pemeluk agama Hindu menggunakan biji ganitri sebagai sarana peribadatan. Biji-biji itu diuntai membentuk rangkaian seperti tasbih bagi penganut Islam atau rosario bagi kaum Nasrani. Itulah sebabnya pasar terbesar biji ganitri ke India dan Nepal. Negara di Asia Selatan itu penganut Hindu terbesar.

Di Indonesia ganitri lebih dikenal sebagai pohon pelindung. ‘Tak banyak orang Indonesia yang mengebunkannya,’ tutur Soma Temple, pengusaha ganitri di Bali. Itulah sebabnya Soma kadang-kadang kesulitan mencari bahan baku dan harus mengimpor dari India dan Nepal. Di bawah label Aum Rudraksha, ia rutin memasarkan minimal 100 mala alias tasbih ganitri ke Australia, Jepang, dan Italia. Harga termurah berkisar Rp50.000-Rp80.000. Jika menginginkan desain khusus, harganya lebih mahal.

Di Kebumen, Buah Jenitri banyak di temui di daerah pedesaan, seperti di kec. Klirong, Pejagoan, Sruweng, Karang Gayam dan Alian. Di Kec. Pejagoan, kususnya daerah utara, banyak di temui Pohon Jenitri, seperti di Desa Watulawang, Peniron, Pengaringan dan Kebagoran.

Kalau anda memasuki Desa Watulawang, hampir di segala penjuru desa bisa di temukan pohon jenitri, karena memang sudah di budidayakan oleh masyarakat, bahkan sampai ke lahan perhutani pun, banyak di tanami pohon jenitri oleh warga.

Jenitri yang tumbuh subur di watulawang ini sudah dikenal masyarakat sejak lama, tetapi mulai di budidayakan sejak tahun 1995 – an, karena harganya mulai tinggi. Sampai saat ini pun, harga terus naik. Buah jenitri di watulawang umumnya di jual kering kepada para tengkulak, tetapi ada juga yang di jual / di tebas masih di pohon. harga buah Jenitri bervariasi, sesuai ukuran dan bentuk. Jenitri yang berbentuk biasa/ normal di golongkan berdasarkan nomor, dari nomor 1 s/d 11, selebihnya di timbang / kiloan semakin kecil, harganya semakin mahal. Adapun yang bentuknya tidak seperti umumnya, misalnya ada yang bodong ( panjang ), dempet, garis 20, garis 21 dll jenitri unik ini harganya bisa sampai 3 jutaan, bahkan sampai puluhan juta per biji.

Jenitri merupakan biji yang tergolong langka, karena benda tersebut hanya bisa di temui di wilayah tertentu saja. Di Kebumen khususnya, pohon yang menghasilkan biji keras itu dijadikan sebagai barang dagangan dengan omset mencapai jutaan rupiah. Perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor tanah yang cocok untuk pohon tersebut dan harga yang mahal. Sehingga sebagian masyarakat tertarik untuk menanamnya hingga akhirnya menjadikan sebagai mata pencaharian. Akan tetapi, masyarakat yang melakukan transaksi jual beli Jenitri tidak memperhatikan aspek muamalahnya, salah satunya yaitu segi manfaat objek akad (benda atau barang) yang diperjualbelikan. Hal ini disebabkan oleh faktor ekspor barang ke luar negeri, sehingga pengetahuan masyarakat terhadap manfaatnya relatif minim. Berdasarkan sumber dari tekhnologi informasi dijelaskan bahwa Jenitri digunakan untuk acara ritual sesembahan kepada para Dewa yang dianggap suci dan asessoris patung. Anggapan suci terhadap benda tersebut dapat menghapus dosa bagi yang melihat, menyentuh dan dikalungkan di lehernya sehingga menyebabkan Jenitri di cari oleh orang Hindu di India. 

Melihat permasalahan di atas agar pembahasan lebih terarah penyusun akan mengkaji pokok permasalahan, diantaranya yaitu bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap status akad jual beli Jenitri dan apakah penetapan harga dalam jual beli tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip muamalat. Sehingga nantinya dengan pembahasan ini dapat ditemukan jawaban guna mengetahui sejauh mana hukum Islam diterapkan dalam kehidupan masyarakat. 

Untuk meneliti permasalahan tersebut, penyusun menggunakan penelitian pustaka (library research) dan sifat penelitiannya ialah deskriptif-analitik. Ada pun langkah-langkah yang digunakan dalam teknik pengambilan data yaitu dengan purposive sampling, survei dan wawancara, serta menggunakan analisis data dengan metode analisis kualitatif dengan berfikir secara deduktif-induktif. 

Kesimpulan mengenai status akad jual beli Jenitri di Toko Sentral Jenitri Mertokondo Kebumen apabila di lihat dan dianalisis dengan memperhatikan norma-norma hukum Islam merupakan kategori akad batil, jika seorang penjual mengetahui secara pasti dengan bukti-bukti yang falid bahwa si pembeli menggunakan objek tersebut untuk sesuatu yang diharamkan yaitu ritual sesembahan dan anggapan dapat menghapus dosa yang mengarah kepada perbuatan menyekutukan Tuhan (syirik), sehingga menyebabkan objek akad tersebut tidak bisa menerima hukum akad. Akan tetapi, jika seorang penjual tidak mengetahui secara pasti bahwa Jenitri digunakan oleh si pembeli untuk ritual sesembahan dan anggapan dapat menghapus dosa maka akad tersebut termasuk kategori sah, dan dibolehkan secara syari'at.

Sumber : http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5375 

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 2 kalung, Gatot S, Jl. Panglima Sudirman No. 883 C Gresik Jawa Timur. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Kebumen Pusat Penghasil Jenitri di Indonesia

Julia Roberts dan Kalung Kesehatan Biji Jenitri
Julia Roberts
Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah adalah penghasil biji jenitri terbanyak di Indonesia. Berbeda orang menyebut buah yang satu ini, jenitri, janitri, jenistri, genitri, ganitri, jemintri atau rudraksha. Pada awalnya para petani dan pengepul hanya tahu bahwa biji jenitri digunakan untuk bahan bakar saat ngaben, upacara bakar mayat kaum Hindu. Hal ini agak masuk akal, karena bara api dari biji jenitri yang keras ini sangat awet. Manfaat lainnya adalah sebagai sarana ritual, biji jenitri diuntai dijadikan kalung atau japamala atau tasbih atau rosario. Saat ini kalung jenitri juga dimanfaatkan sebagai alat kesehatan dan perhiasan.

Sebelum tahun 2013, hanya orang dari negeri Nepal dan India yang melakukan transaksi perdagangan jenitri di Kebumen. Seiring berjalannya waktu, banyak orang berdatangan dari negara Tiongkok sebagai salah satu konsumen buah jenitri. Saat itu harga jenitri pada umumnya masih dalam nominal puluhan atau ratusan rupiah perbutir. Tahun 2014 orang mulai terbelalak kaget, ternyata ada biji jenitri yang dihargai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah sebutir.

Logika sederhana: Orang India dan Nepal membeli biji jenitri dari Kebumen. Lalu mereka memasarkan di negara asalnya, sebagian dijual ke negeri Tiongkok yang dulunya disebut sebagai negara China. Di jaman mutakhir, dimana internet digunakan untuk mengetahui segala informasi; diketahuilah daerah Kebumen sebagai pusat penghasil jenitri. Kemudian ratusan bahkan ribuan orang Tiongkok datang ke Kebumen untuk membeli langsung biji jenitri, melihat pohon jenitri, mengetahui petani dan penjual jenitri. Tentunya mereka mendapatkan biji jenitri dengan harga yang lebih murah dibanding dengan yang dijual oleh orang India dan Nepal.

Pembeli biji jenitri dari negara Tiongkok atau China, pada tahun 2014 dan 2015 banyak berdatangan ke Kebumen. Kebumen dikenal sebagai sentra / pusat produsen biji jenitri, menghasilkan paling banyak buah jenitri dibandingkan daerah lain di Indonesia. Para pembeli biji jenitri dari negara Cina kebanyakan mendarat di bandara Soekarno - Hatta Jakarta, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta api atau mobil menuju Kebumen.

Daerah penghasil jenitri lainnya di Indonesia antara lain: Cilacap, Blitar, Kediri, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Karena sebagian besar pembeli dari Tiongkok berkumpul di Kebumen, banyak pedagang jenitri dari daerah lain di Indonesia mengirimkan jenitrinya ke Kebumen. Daerah Blitar dan Kediri dikenal memiliki kualitas biji jenitri yang bagus. Buah jenitri dari Papua cenderung lebih besar ukurannya dibanding jenitri dari daerah lain.

Banyak petani dan pedagang jenitri yang menikmati hasil penjualan biji jenitri, secara ekonomi kehidupan mereka membaik. Selain petani dan pedagang jenitri, imbas dari perdagangan jenitri di Kebumen ikut dirasakan oleh banyak pihak: tingkat hunian hotel meningkat, usaha rental mobil semakin menggeliat maju, penjual plastik dan karung kemasan dagangannya tambah laris, jasa penterjemah bahasa Mandarin berdatangan dari berbagai wilayah Indonesia ke Kebumen.

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.  

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 2 kalung, Hermansyah, Jln. Abdul Hamid No. 900 D, Kode Pos 23121 Banda Aceh. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )

Booming Harga Jenitri Tahun 2015

Jean-Claude Van Damme dan Gelang Kesehatan Biji Jenitri
Jean-Claude Van Damme
Permintaan biji jenitri / Ceylon olive (Elaeocarpus serratus) masih sangat tinggi, walau negara Nepal sebagai konsumen yang terbilang besar sempat dilanda gempa bumi tahun 2015 ini. Hal ini dikarenakan adanya pamain baru pangsa pasar biji jenitri yaitu negara Tiongkok.

Biji jenitri atau rudraksha selain diekspor ke negara Nepal, juga untuk memenuhi pasar India dan Myanmar. Tahun 2013 harga biji jenitri yang berasal dari jenis lokal hanya di bawah Rp.1000 (seribu rupiah) perbutirnya. Tahun 2014 dan 2015 terjadi booming harga biji jenitri lokal, harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah perbutir. Woww !!!

Saya sempat mengantar para pembeli dari Tiongkok ke sentra penghasil jenitri di Kabupaten Kebumen, yaitu di Kecamatan Sruweng, Alian, Karangsambung dan Pejagoan. Sejak awal tahun 2015 para petani, penjual dan pengepul jenitri mengalami euforia karena peningkatan harga jenitri yang sangat spektakuler, dari harga ratusan rupiah menjadi puluhan ribu rupiah perbutir biji jenitri.

Selama dua tahun terakhir menurut perkiraan, omset perdagangan jenitri di Kebumen mencapai puluhan bahkan ratusan milyard rupiah. Peminat biji jenitri dua tahun terakhir didominasi oleh pembeli dari negara Tiongkok, yg dulunya dikenal sebagai negara China. Mereka menjadikan jenitri sebagai barang perhiasan berupa kalung dan gelang yang bisa dipadukan dengan emas, mutiara atau batu mulia. Sebagian orang juga mempercayai manfaat kalung jenitri yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Di tahun 2015 banyak cerita menarik seputar perdagangan biji jenitri di seputaran kabupaten Kebumen, diantaranya:

- Sebelum jenitri mengalami harga tertinggi tahun 2015 ini, ada seorang pengepul di kecamatan Sruweng membeli jenitri jenis medana seharga Rp.4000 (empat ribu rupiah) perbutir. Dia membeli biji jenitri sebanyak dua karung yang berisi puluhan ribu butir biji jenitri jenis medana. Pengepul ini berhasil menjualnya saat biji jenitri dihargai dengan nominal kisaran Rp.80.000 (delapan puluh ribu rupiah) sebutir, ia pun meraup untung yang mencapai beberapa milyard rupiah. Luar biasa !!!

- Ada sebuah pohon jenitri di dusun Kalipuru desa Pujotirto kecamatan Karangsambung, saat sebelum harga jenitri mengalami booming, hanya menghasilkan uang ratusan ribu rupiah satu kali panen. Pada tahun 2015 ini bisa menghasilkan uang mencapai Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) sekali panen !!!

- Tahun 2013 harga biji jenitri jenis lokal hanya ratusan rupiah perbutir, harga tahun 2015 bisa mencapai belasan ribu rupiah sebutir !!!

- Hampir 100% alias hampir semua pembeli jenitri yang berasal dari Tiongkok hanya menguasai bahasa ibu mereka, sehingga perlu jasa penterjemah bahasa Mandarin. Gaji translator bahasa Mandarin ini di Kebumen bisa mencapai Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) sehari. Jam kerja antara jam 08:00 pagi hingga jam 17:00 sore.

- Ada jenitri langka yg bergaris (mukhi) 21 dihargai dengan uang Rp.92.000.000 (sembilan puluh dua juta rupiah) sebutir !!!

- Konon pada suatu hari senin antara bulan April hingga Juni 2015, salah satu bank swasta besar di Kebumen kehabisan uang cash !!! Bank tersebut adalah tempat orang Tiongkok biasa mengambil uang transferan untuk pembelian jenitri. Berapa milyard uang yang diambil oleh orang-orang Tiongkok hari itu ya? Sampai-sampai sebuah bank swasta besar kehabisan uang kas?

- Harga kalung jenitri jenis medana saat ini bisa mencapai Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) perkalung yang berisi 108 butir biji jenitri.

- Ibu-ibu pemilah biji jenitri berdasarkan garis (mukhi) mendapatkan uang jasa Rp.50 (lima puluh rupiah) sebutir, sehari mereka bisa membawa pulang uang hingga Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah)

Jenitri akan bermanfaat jika bersentuhan langsung dengan kulit. Khasiat yang diharapkan saat kalung jenitri sudah dikenakan adalah : rasa nyaman, suhu tubuh menjadi sejuk, mengatasi keluhan dan gangguan jantung, menormalkan tekanan darah, memperbaiki kerja saraf dan menghilangkan pikiran negatif. InsyaAllah.

Untuk membeli kalung jenitri atau rudraksha klik di sini

Untuk membeli gelang jenitri atau rudraksha klik di sini


Untuk membeli alat refleksi dari biji jenitri klik di sini

Berapa harga kalung jenitri di luar negeri? Harganya peruntai kalung adalah 98,99 dollar Amerika atau sekitar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). Untuk melihat harganya di luar negeri, silakan klik di sini.

Saya menjual perkalung dengan harga Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah, minimum pembelian 2 kalung). Kenapa saya bisa menjual kalung jenitri dengan harga murah? Karena daerah tempat tinggal saya, Kabupaten Kebumen, adalah penghasil buah jenitri paling banyak di Indonesia.


Kalung Kesehatan dari Biji Jenitri atau Rudraksha


Harga Rp. 50.000, minimal pembelian 2 kalung.
Tiap pembelian 2 kalung jenitri, Anda akan mendapatkan BONUS 2 gelang jenitri atau 1 tasbih berisi 33 butir jenitri. Silakan dipilih.

Cara membeli: SMSkan (1) jumlah kalung jenitri yang akan Anda beli, (2) nama & alamat lengkap tujuan pengiriman. 

Contoh SMS Anda, misal: 4 kalung, Parlindungan, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 8000 B Medan, Kodepos 20215 Sumatera Utara. 

Kirim SMS ke nomer HP : 08 99 66 99 8 77 atau ke 087888676700 ( WA )